Friday, September 21, 2007

TOKYO FLASHY WATCH


Ok,i'm not quite a watch fans
Dari dulu jarang banget pake jam
Satu2nya jam yg gw pake cuma g-shock adek gw yg gw embat,dan skrg dah ancur
Well,although some of Tag hauer's quite attracted me
Until one day,one of my buddy came
I saw a very eye cathcing watch in his hand
Hey,i know that stuff from some gadget magz
Ladies and gents,behold,(drum rolls) It's TOKYOFLASH!!!!
Unique design,stylish,and it's..err.complicated
Yes,cara baca jamnya gak biasa!!
Gak ada jarum yg menunjukkan angka, atau digit di lcd
Masing2 model punya cara membaca sendiri2
Bikin pusing?tentu.Perlu waktu untuk membiasakan diri
tapi tenang,ada manual instruction cara membacanya
But,hell,justru itu menariknya
tentu saja mata rekan2 akan memeloti jam ini daripada rolex yg mahal dan lebih cocok untuk om om
Dan jam ini dijamin gak pasaran,karena selain susah dapetinnya,tiap model diproduksi dgn jumlah terbatas
harganya pun relatif murah,berkisar 800 ribu sampai 1.5 juta
Dan dijamin,gak bakal pasaran kayak,errk,adidas candy,ODM,atau levis ipod....sejuta umat...dan gak asik
Good thing is,these product only popular amongs geeks and designer
So the darn celebrities won't campaign
Well,i'm waiting for mine now,hope i can get one,or two,or even three....yeah right
AARRRGH,i want one!!

Sunday, September 16, 2007

The Power of media

ah,lihatlah kekuatan media mempengaruhi kita
Pernah ada sebuah liputan khusus salah satu tv swasta tentang mafia sumbangan untuk masjid dan yatim piatu seta mafia pengemis
Dan sekarang secara tidak sadar saya akan berpikir dua kali untuk bersedakah kepada pengemis dan panitia pengumpul dana sumbangan masjid dan yatim piatu
"Ini beneran nyampe gak duitnya"
" Mereka beneran pengemis,apa nyetor  ke kepala/ketua pengemisanya"
Padahal,untuk bersedekah harusnya tak harus berpikir demikian
Bersedekah,dan menolong lah,tanpa ada keraguan2 apakah sedekah kita itu akan digunakan dgn benar
Urusan kita hanya sebatas ikhlas memberi,bagaimana mereka menggunakannya,itu pertanggungjawaban masing masing
Kecuali kita sudah benar2 yakin bahwa sedekah kita akan digunakan untuk hal2 yg membawa mudharat,misalnya memberi sumbangan untuk teman yg sakaw mau beli Putaw

tadinya saya berpikir begitu,tapi karena liputan investigasi TV tersebut,rasanya berat sekali mengeluarkan sekedar seribu atau bahkan seratus rupiah sekalipun
Padahal apalah artinya
Inilah cara mutkhir setan di era modern untuk menumbuhkan was was dan keragu raguan dalam hati kita,dengan media

Damn...saya memang korban media

LAGU LATAH

Sungguh saya terheran heran melihat kesuksesan lagu matta,o o kamu katahuan...
Seorang rekan mengatakan,rumus untuk bikin lagu ngetop sekarang cuma satu,content nya harus ttg perselingkuhan
errk...
antara ingin membenarkan dan tidak,saya juga terpaksa setuju
Entah kenapa selera pasar sekarang jadi tersegmentasi pada tema lagu tertentu
Kekasih gelap,mendua,selingkuh,etc,etc
What the hell happened?
Seakan jadi sebuah legalitas bahwa perilaku tersebut adalah lumrah
Memang,pada kenyataannya dikehidupan kita hal tersebut banyak terjadi
Lalu dianggap lumrah?
Apakah para pencipta lagu ini gak mikirin impact nya pada pergeseran moral generasi muda?
Lalu anak2 kecil penggemar lagu2 tersebut,yg belum pernah pacaran,akan menilai bahwa selingkuh itu adalah hal yg wajar dilakukannya nanti
Entah siapa yg memulai trend rusak ini
Ah,sudahlah